PENETAPAN UKURAN KACAMATA PADA PENDERITA ANISOMETROPIA DENGAN STATUS REFRAKSI MYOPIA MENGUNAKAN UJI WFDT

Penulis

  • Darmini Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Hakli
  • Wahjoe Handini Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Hakli
  • Adi Cahyono Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Hakli

Kata Kunci:

Myopia, Anisometropia,Worth Four Dot Test

Abstrak

Abstract

Anisometropia is a condition where there is a difference in the size of refractive abnormalities between the right eye and the left eye. Visual impairment can occur by several causes, including Myopia. This study aims to determine the determination of refractive status in patients with Anisometropia. The type of research used is a descriptive study and data collection is done by observation of data sourced from customer records in Optik Pranoto in Juli 2018 and interviews with patients during the examination. The number of patients with refraction disorders of myopia as much as 152 cases, with a percentage of 32.5%, where the number of anisometropia with refraction status of myopia as many as 35 people with percentage of 19.7%. Sample of case observed got result of examination with size of glasses recommended by OD. S-5.50 and OS S-200. Refractive examination in anisometropic patients whose difference of dioptrinya more than 3.00 D then tested the Worth Four Dot Test (WFDT) by using 1 point of red, 2 green dots, and 1 point neutral with red and green filters placed in front of the patient's eyes. The patient sees 2 vertical points (2 red dots), perceptual (-), fusion (-) test results. The size of the glasses can be prescribed with the best final correction results.

 

Keywords : Myopia, Anisometropia, Worth Four Dot Test

 

Abstrak

Anisometropia merupakan kondisi dimana terdapat perbedaan ukuran kelainan refraksi antara mata kanan dan mata kiri. Gangguan penglihatan dapat terjadi oleh beberapa macam sebab, diantaranya adalah Myopia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Penetapan status refraksi pada penderita Anisometropia. Jenis penelitian deskritif yaitu untuk mendiskrisikan kasus kelainan refraksi pada penderita Anisometropia dengan status myopia. Pengumpulan data dilakukan dengan cara observasi data yang bersumber dari catatan pelanggan di Optik Pranoto pada bulan April 2018 serta wawancara dengan pasien saat melakukan pemeriksaan. Hasil penelitian yang dilakukan di Optik Pranoto menunjukan bahwa jumlah pasien kelainan refraksi miopia sebanyak 152 kasus, dengan prosentase 32,5%, dimana jumlah anisometropia dengan status refraksi myopia sebanyak 35 orang dengan prosentase 19,7%. Hasil pemeriksaan dengan ukuran kacamata yang direkomendasikan OD. S-5.50 dan OS S-200. Pemeriksaan refrak pada penderita anisometropia yang selisihnya dioptrinya lebih dari 3.00 D maka dilakukan uji Worth Four Dot Test (WFDT) dengan mengunakan 1 titik merah, 2 titik hijau, dan 1 titik netral dengan filter warna merah dan hijau dipasang didepan mata pasien. Pasien tersebut melihat 2 titik vertikal (2 titik merah), hasil test persepsi (-), fusi (-). Kesimpulannya ukuran kacamata dapat diresepkan dengan hasil koreksi akhir terbaik.

 

Kata Kunci : Myopia, Anisometropia,Worth Four Dot Test

Unduhan

Diterbitkan

2022-03-12

Cara Mengutip

Darmini, Handini, W., & Cahyono, A. (2022). PENETAPAN UKURAN KACAMATA PADA PENDERITA ANISOMETROPIA DENGAN STATUS REFRAKSI MYOPIA MENGUNAKAN UJI WFDT. EMVIRO Jurnal Ilmiah Penelitian Kesehatan, 2(1), 1–6. Diambil dari https://journal.stikeshaklismg.ac.id/index.php/emviro/article/view/17

Artikel paling banyak dibaca berdasarkan penulis yang sama